Tampilkan postingan dengan label mine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mine. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Agustus 2015

Pemuda Tinggi

Hallo pemuda Tinggi.
Senang bisa bertemu denganmu.
Masih ingat saat kita pertama kali bertemu pada bazaar ramadhan sore itu. Yups, ibu yang memperkenalkan kita. lebih tepatnya memperkenalkan kepada semua teman-temanmu juga.
Masker yang menutup gidung dan sebagian wajahmu hingga hanya tersisa sorot mata yang bersinar meski harus mendongak untuk melihatnya. Kamu satu-satunya pemuda dalam kelompok kece itu.
Kalau tidak salah ingat, kamu pakai kaos merah saat itu. Sekitar satu minggu sebelum lebaran.
Senang sekali rasanya bertemu pemuda tinggi sepertimu. Lagi-lagi karena kamu anak pertanian. Namun seminggu setelah itu ibu bilang kalau kamu dan teman-temanmu sudah pulang ke daerah masing-masing, dan baru akan kembali setelah lebaran.
Meskipun lebaran datang di tanggal 17 Juli, namun aku baru sempat melihatmu lagi tanggal 17 Agustus. Cukup lama karena sebulan tidak melihat pemuda tinggi sepertimu.
Eits, maaf kak. Aku mencuri fotomu. Sengaja aku buat DP BBM agar orang-orang menganggap kamu pemudaku. Dan rasanya senang sekali saat ada orang lain yang menilai kamu kece seperti penilaianku.
Waktu itu aku belum mengetahui namamu. Sempat aku tanyakan pada ibu, namun ibu tidak menjawabnya. Sedikit kecewa memang, namun aku tidak berani bertanya lebih tentangmu. Takut-takut ibu balas memberikan segudang pertanyaan yang susah terjawab.
Tanggal 24 Agustus aku sengaja membatalkan acara nontonku karena ingin melihatmu. Dan disitulah aku mengetahui siapa namamu. Ah… sebenarnya ada rasa penyesalan sedikit. Kenapa aku tidak bertanya dari dulu kepada Dinda. Dinda tau lebih banyak tentangmu. Dan dari Dinda lah aku tahu namamu “Akbar” sebelum akhirnya kamu memperkenalkan dirimu sendiri.
Senangnya bisa duduk dibelakangmu. Menikmati potretmu dari belakang, namun kekecewaan akhirnya hadir lagi saat ibu bilang kamu harus sudah pulang tanggal 31 Agustus nanti. Kenapa cepat sekali? Bahkan sebelum aku mengenalmu lebih jauh lagi kak.
26 Agustus, aku sudah mengatakan beberapa kali bahwa pemuda dengan kaos/baju/kemeja hitam itu terlihat gimanaa gitu, kesannya itu… Beda . Aku melihatmu menyeberang jalan dengan kaos hitam. Seketika rasanya meleleh sore itu. Sebelum akhirnya Dinda yang duduk dibelakangku mengatakan bahwa kamu akan pulang besok. Bukannya ibu bilang tanggal 31, kenapa sekarang semakin cepat.
Mungkin sore itu terakhir kalinya aku bisa melihatmu kak, sosok pemuda tinggi yang memiliki simpati meski hanya sorotan mata yang terlihat. Namun ternyata bukan sore di tanggal 26 Agustus terakhirku melihatmu, namun siang di tanggal 27 Agustus. Saat kamu dan teman-temanmu berkunjung ke rumah budheku. Yups… inilah hari terakhir aku melihatmu kak.
Andai aku mengenalmu lebih awal lagi, kapan lagi aku bisa melihat sosokmu selain dari foto hasil curian beberapa minggu lalu itu. 

Good bye kamu, pemuda tinggi.
Cepat buat laporan, cepat menyelesaikan study, cepat skripsi, cepat wisuda :D 

Kamis, 19 Februari 2015

Entah kenapa aku masih saja menunggu

Sehari ini aku merasa seperti bukan aku.
Tentu saja, karena tanpa aku sadari aku telah menunggunya seharian.
Sebenaranya aku benar-benar tidak ingin menunggunya.
Karena aku tahu, bagaimana sebenarnya dia. Jelas karena kami sudah satu sekolah selama tiga tahun.
Beberapa bulan yang lalu, dia sempat mengatakan hal itu lagi.
Itu bukan pertama kalinya dia mengatakan perasaanya. Dia sudah berulang kali mengatakan hal yang serupa dan jawabanku masih tetap sama.
Beberapa bulan yang lalu, aku mengatakan dengan sangat jelas bahwa aku memiliki orang yang aku sukai.
Setelah itu, kami tidak berhubungan lagi hingga beberapa minggu yang lalu.
Uh... ini memang salahku. Aku sengaja menghubunginya lagi karena aku rindu padanya.
Eits... sebentar, maksudku bukan kangen sama dia. Tapi... sama salah satu adik kelas yang sampai saat ini masih aku idam-idamkan.  Sebelum salah paham, aku jelaskan maksud perkataanku barusan ya. Aku mengidamkannya bukan berarti aku mencintainya. Namun, karena aku menyayanginya. Sanga...t menyayanginya.
Cinta sama sayang itu beda loh.
Karena aku begitu merindukannya, aku melakukan satu kesalahan.
Huft...
Aku tidak pernah bermaksud untuk memberi harapan lagi, namun hanya saja aku butuh sosok seseorang di sampingku saat ini. Sembari menunggunya selesai ujian.
Apa aku terdengar jahat...? Karena menjadikan temanku itu pelampiasan atau batu loncatan? aku benar-benar tidak bermaksud kok.
Namun, entahlah... apa yang aku pikirkan sekarang. Kenapa aku masih saja menunggunya hingga saat ini. Padahal aku tahu dengan jelas, seharian hujan tidak kunjung berhenti. Dia tidak mungkin merelakan tubuhnya basah kuyup hanya untuk menemuiku bukan?

Rabu, 18 Februari 2015

Aku melihatnya setelah 5 tahun

Sore guys. . .
Hari ini aku di ingatkan lagi sama kenangan 4 tahun, malah hampir 5 tahun. :)
ceritanya begini, sore ini aku ketemu sama kakak kelasku di jalan. dan yang lebih lucu lagi, dia mantanku.
waktu itu aku baru masuk kelas 10. dan dia sudah kelas 12.
kami mengawali dan mengakhiri hubungan kami secara baik-baik.
dulu aku masih berumur 14 tahun. melihat kakak-kakak kelas yang gedhe-gedhe membuat nyaliku menciut. apalagi saat dia menghampiriku  ke kelas. sudah pasti teman-temanya serta teman-temanku memperhatikan kami. karena alasan sering di lihatin sama temen-temennya anak kelas 12, aku minta putus :) hehehe lucu ya. hanya gara-gara gak suka dilihatin.
tapi terimakasih buat dia, yang selama jadian sering antar jemput aku ke sekolah dan sepulang sekolah. meskipun dia selalu nurunin aku di pinggir jalan. karena aku gak mau dianter sampai depan rumah. takut kena marah sama orang tua saat jaman itu. :)
saat aku minta putus, aku tahu dia kecewa. meskipun mungkin hanya sedikit.
hm... aku gak nyangka aja, setelah kurang lebih 5 tahun berpisah, aku ketemu sama dia lagi secara kebetulan. spontan memori masa lalu langsung berputar. ah... rasanya jadi kangen sama mereka semua.
jadi kangen sama semua yang sudah pernah menjadi hal pertama dalam sejarah hidupku.
dari yang pertama kali antar jemput les, pertama kali antar jemput sekolah, pertama kali merasakan di selingkuhin, pertama kali LDR, pertama kali ditemenin di UDG, pertama kali jalan bareng, dan hal pertama kali yang lainya.
rasanya benar-benar kangen dengan mereka semua :)

Senin, 20 Oktober 2014

Mr.H :)

Mr.H
aku cukup menyebutmu dengan inisial itu.
aku cukup merasakan betapa bahagianya satu setengah bulan bersamamu,
meski pada dasarnya kebersamaan kita hanya sekedar ketua panitia dan sekretaris.
mungkin memang benar, aku tak profesional dalam kerjaku kali ini.
karna seharusnya aku hanya disampingmu untuk menjadi mitra kerja. bukan menjadi sosok yang mengagumimu.
aku juga sadar kekagumanku hanya akan berbuah menyakitkan untukku.
karna akan aku pastikan kau tak akan pernah tau tentang kenyataan ini.
aku hanya berharap secepatnya semua perasaan itu akan hilang.
dengan bubarnya kepanitiaan siang tadi, aku dan kamu tak akan pernah lagi bersama.
aku dan kamu tak akan pernah lagi seperti kemarin.
aku hanya minta maaf karna telah memimpikanmu.
Mr.H


Jumat, 17 Oktober 2014

mimpi malam jum'ad

sebenarnya aku lebih suka jika menyebutnya hanya sebuah mimpi.
hanya sebuah bunga tidur di setiap malam jum'ad.
bukan sebuah perasaan aneh yang berkecimuk dan mengganggu setiap waktuku.
bahkan jika aku harus terdiam dalam perasaan ini sedang disisi lain ada adik yang memujamu.
aku belum tau kebenaran akan perasaan ini.
dan aku tak ingin tau kebenaranya.
karna aku tak ingin hatiku kembali terluka setelah aku berusaha mengobatinya.
sebentar lagi 20 oktober datang, dan setelah itu kau tak akan lagi mendekatiku.
kau juga tak akan memanggilku, dan menyebutku sebagai sekretaris paling jutek yang kamu kenal.
setidaknya sebulan kita benar benar bersama. sebulan kau memanggil namaku, sebulan kau mengontakku,
dan sebulan itu, akhirnya kau berhasil melihatku tertawa dengan celotehmu.
beberapa hari lagi semua itu tak akan terjadi lagi.
kau tak akan lagi mencariku, kau tak akan lagi menanyakan keberadaanku, kau tak akan lagi duduk disampingku, dan kau tak akan lagi berkata "aku akan ketempatmu".
tahukah kamu apa yang aku lakukan hari ini? hanya untuk menunggumu datang aku tertidur dengan jilbab orange. dari pukul 13.10 hingga sekarang aku masih menunggumu. harusnya kau tak berkata kau akan datang. harusnya juga kau tak memanggilku untuk duduk bersamamu siang tadi.
aku hanya takut aku akan merindukanmu.
aku hanya takut setelah ini kita tak akan saling mengenal lagi .

Selasa, 30 September 2014

selamat jalan september selamat datang oktober

Sepetember telah meninggalkanku tengah malam tadi. dan Oktober menyapaku dengan senyum kecutnya.
terasa lebih hampa atau ini adalah cara Oktober menguatkanku. agar aku tak terus menerus menjadi seseorang yang cengeng karna masa lalu. atau Oktober merasa cukup untuk memberiku kesempatan bernostalgia di September lalu, sehingga saat ini aku harus kembali ke kehidupanku yang telah ku tentukan kemana tujuannya.
Oktober benar-benar membuatku harus belajar untuk dapat mengerti diriku sendiri. cukup aku dan hanya aku yang dapat merubah diriku menjadi Juli yang sempurna.
aku berharap Oktober ini membawaku ke dalam dunia yang lebih baik dan berkesan. layaknya September yang selalu membuatku tersenyum. dan di Oktober aku ingin senyum itu lebih sering muncul dalam setiap detik perjalananku,
aku berterimakasih pada September yang telah kembali membawa suka duka yang terus mebuatku tersenyum. dan aku berterimakasih pada Oktober yang telah datang menggantikan September dan membangunkanku dari mimpi dan kehanyutan dalam setiap angan-angan.
terimakasih. dan selamat jalan September, selamat berjumpa lagi tahun depan. selamat datang Oktober, dan buatku menjadi sosok yang lebih berarti di bulan ini.
:)

Sabtu, 27 September 2014

Untuk Sekedar Melihatmu

aku terjatuh.
aku merasakan sakit seketika itu, tubuhku lemas lunglai ingin aku terpejam.
namun satu yang aku ingat, jika aku terpejam aku tak akan melihatmu hari ini. dan itu berarti aku harus menunggu sampai waktu yang tak memberi panjelasan kapan aku akan berhenti menunggu.
aku berdiri.
aku berjalan dengan langkah tergopoh dengan luka di kakiku.
aku hanya takut aku akan terlambat hari ini. dan sepertinya aku masih memiliki waktu untuk berada ditempat itu.
aku menunggu.
meski aku tak tau apakah kau masih ada disini atau tinggal jejak langkahmu.
aku tersenyum aku dapat menoleh. karna dengan kutolehkan kepalaku kekanan aku benar benar melihat apa yang ingin aku lihat.
hari ini aku belum terlambat. rasa sakitku terbayarkan.
aku masih memiliki waktu dan benar benar masih memilikinya.
aku merasakan lega dalam sanubari. aku merindukanmu :)

Senin, 22 September 2014

mendekati akhir september

kenapa aku merindukan kalian lagi,
kalian itu bukan orang pertama. namun kalian mempunyai kenangan-kenangan pertama.
kamu "D" di 2007 , kamu orang pertama yang membuatku mengerti apa itu arti suka dan sayang. meski sebenarnya hubungan kita sebaiknya tak lebih dari itu, karna setelah kita mengenal rasa itu, pertemanan yang sudah terjalin dari jaman kita kecil bahkan masih balita kini tak berbekas lagi.
kamu "F" di 2008, kamu yang pertama kali membuatku kehilangan image kelas 9. karna entah kenapa aku bersikeras untuk menyukaimu adik kelasku. .
kamu "D" di awal 2009, ini yang pertama kalinya aku menyukai kakak kelas. meski sebenarnya sampai sekarang akupun tak tau apakah aku benar-benarpernah melihatmu atau tidak. dan kamu adalah yang pertama memanggilku dengan sebutan yang berbeda.
kamu "H" di akhir 2009, entah kenapa aku sangat percaya padamu waktu itu. meski  ternyata semua itu hanya kebohonganmu. tapi kamu yang pertama kali berani datang kerumahku
kamu "S" di awal 2010, kamu pria  yang pertama kali  menjemput dan mengantarku saat berangkat dan pulang sekolah. mungkin karna sekolah kita sama kak. tapi rumahku jauh lebih memakan waktu karna kamu harus melewati depan sekolah untuk menjemputku dan kembali ke sekolah lagi. dan maaf karna aku takut terhadap kakak kelas yang lain aku mengakhiri untuk kebaikan kita.
Kamu "S" di pertengahan 2010, kamu itu tidak lebih dari pemain hati wanita. namun aku banyak berterima kasih padamu, kamu yang pertama kali mengajariku tak menangis saat putus. dan kamu yang telah mempertemukan aku dengan dia. dia sepupumu sendiri.
kamu "M" di akhir 2010, entah suatu ketidak sengajaan setelah perlakuan sepupumu, namun aku benar-benar dapat merasakan kasih sayang. kamu yang pertama kali menyayangi aku dengan tulus. dan mungkin kamulah satu satunya yang selama ini pernah menyayangi aku dengan tulus. kamu yang pertama kali mengajariku bagaimana caranya menjalin suatu hubungan hingga berlangsung 3 tahun. meski akhirnya kita juga harus berdiri sendiri sendiri sekarang. kamu orang pertama yang lari kerumahku saat aku harus benar benar mendapat pertolongan. orang pertama yang aku peluk didepan ibuku, orang pertama yang menemaniku di UGD, juga orang pertama yang di izinkan ibuku untuk menjagaku di ruang inap hari itu.
kamu "K" di akhir 2011, kamu orang yang datang tanpa aku ketahui. entah bagaimana aku sampai bisa membagi perasaanku pada waktu itu. dan kamu orang pertama yang membuatku tak bisa lepas sampai saat ini. meski kamu bukan siapa siapa dari dulu dan mungkin untuk selamanya.
kalian itu berharga.
sudah banyak waktu yang aku lalui bersama kalian hingga kini aku kuat berdiri sendiri sampai mendekati akhir 2014. dan itu berarti 2 tahun sudah aku meninggalkan kalian dan kehilangan kalian.
2 tahun terakhir ini aku benar-benar terlepas dari kalian semua. terimakasih kalian sudah membebaskanku. dan mulai saat ini akupun akan membebaskan kalian.

Senin, 08 September 2014

Welcome to the academic year 2014/2015



Welcome to the academic year 2014/2015
 
Setahun sudah aku berada di kampus orange ini. Dan setahun sudah aku mengenalmu. Kembali belajar di kampus ini setelah beberapa bulan liburan membuat rasa gemuruh tersendiri. seakan aku merasa disini akulah yang mahasiswa baru.
Dan mungkin inilah awal aku mulai harus melepasmu. Aku berjalan di anjungan dengan memperhatikanmu bersama gadis gadis itu. MABA masih terkesan imut dan lugu. Setidaknya aku melihat kau membalas pandanganku dengan seutas senyum mengembang dibibirmu dan akupun ikut tersenyum. Namun keadaan itu berlalu saat langkahku mulai menjauh.
Semoga ini menjadi aku yang baru, aku berharap begitu. Salah satunya dengan mencoba tidak lagi satu kelas denganmu dan memilih bersama anak-anak lain yang belum begitu aku kenal dengan harapan tidak sering melihatmu maka akan cepat melupakanmu.
Setelah rasa sakit itu aku sangat sadar bahwa kita hanya akan menjadi aku dan kamu.

Rabu, 03 September 2014

di 3 September

sendiri itu lebih baik. benar benar lebih baik daripada aku berdua namun aku tak terlihat karna sosok lain yang menghalangi.
aku tak butuh kata "maaf", bahkan aku ingin mengucapkan kata "terimakasih".
berkatmu aku kembali tersadar bahwa tujuanku bukan untuk itu.
aku hanya berniat untuk menjadikanya sebuah motivasi tersendiri
namun yang ada ternyata itu bukan motivasi.
itu adalah salah satu jebakan
terimakasih .
dan inilah september . awal dari segalanya :)

Minggu, 24 Agustus 2014

"Setidaknya"

kalian tau, kalimat apa yang ada dipikiranku yang diawali dengan kata"setidaknya"

"setidaknya aku pernah benar-benar melihatmu dan menjabat tanganmu"
"setidaknya aku pernah berusaha jatuh bangun untuk mengenalmu"
"setidaknya aku sudah benar-benar berhasil mendekatimu dan menyadarkanmu bahwa aku ada"
"setidaknya kamu mampu menjadi yang terbaik yang menggantikan luluh lantahnya harapanku"
"setidaknya kita sudah benar-benar merasa dekat"
"setidaknya dia memberi kesempatan pada kita untuk saling mengenal dan merasakan kasih sayang"
"setidaknya dia tak pernah mengacaukan hubungan kita secara terang terangan"
"setidaknya dia tak pernah mencoba mengambilmu dari sisiku"
dan
"setidaknya aku tak pernah tau jika sebenarnya kau sedikit demi sedikit mulai diambil olehnya"
sehingga
"setidaknya aku tak merasakan luka yang teramat sangat saat dia yang kusebut teman dekatku mulai mengambil satu persatu orang yang kini disampingku"