Minggu, 02 November 2014

Kutip Cerita Menarik dari Abang Tukang Bakpao



Kutip Cerita Menarik dari Abang Tukang Bakpao

Siapa sih yang tidak kenal camilan basah ini? Bakpao.  Kue yang di isi dengan aneka rasa, coklat, kacang hijau dan aneka rasa yang lain. Disajikan dengan suhu hangat dan seketika meleleh dalam mulut saat digigit.




Sore ini aku baru saja sampai di kediaman keduaku di kota ini. Sebenarnya lebih gampang disebut kost. Setelah aku dengar suara  abang tukang bakpao berbunyi dan di sertai dengan teriakan anak kecil pemilik kost yang aku tempati yang usianya sekitar 5 tahun. Aku segera duduk di teras belakang kamarku yang kebetulan langsung menghadap ke jalanan.  Mungkin ini adalah salah satu hobiku, memperhatikan setiap keadaan yang terjadi diluar lewat teras kecil di lantai atas yang langsung menghadap ke jalan namun tidak terlihat dari luar. 



Abang tukang bakpao itu sudah menjalankan sepedanya lumayan jauh, namun karena terikaan anak-anak kecil tadi, iapun sesegera mungkin kembali ke halaman rumah yang aku tempati ini.  Namun lama abang itu menunggu anak-anak yang memanggilnya tidak lekas membeli. Bahkan hanya melihat dari jarak kurang lebih 2 meter.  Anak pemilik kostku pun memanggil ibunya yang tak hendak keluar, begitu pula anak tetangga sebelah yang malah pulang kerumah mencari ibunya. Beberapa menit setelah anak-anak  kembali dengan uang di genggamanya, merekapun tak lekas memesan. Mungkin mereka menunggu ibu-ibu mereka datang menghampiri.



Aku hanya melihat dari atas. Apa iya hanya demi 500 per buahnya abang itu rela menunggu beberapa menit? Namun setelah aku melihat wajah abang itu, akupun tau bahwa sebenarnya dia bukan berfikir berapa rupiah yang akan dia dapat setelah pesanan yang tidak pasti itu, namun berapa rupiah yang terbuang percuma karna menunggu pesanan yang tidak pasti itu. Aku terus memperhatikan. Sebenarnya ingin sekali aku ikut turun dan menghampiri. Mungkin dengan modus membeli satu dua buah bakpao dari abang itu agar dia tidak merasa percuma menunggu ditempat itu. Barusaja aku akan beranjak, kulihat abang itu memutar sepedanya dan berjalan. Mungkin kesabaran abang itu sudah habis. Memang sudah cukup lama ia berdiam tanpa melakukan apa-apa didepan tadi. Dan tidak menghasilkan apa-apa.



Baru setelah abang itu pergi, ibu-ibu mereka datang bersama anak-anak mereka dan mengejar. jelas saja abang itu terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan mereka.  Lalu ibu-ibu mereka berkata



“mana abangnya? Udah pergi gitu kok, dipanggil juga gak mau nengok.”



Sebenarnya dalam hal ini siapa yang mengecewakan siapa? Pembeli yang mengecewakan penjual atau penjual yang mengecewakan pembeli.? 




Kesimpulanya singkat kok, hanya kita jangan memberikan harapan palsu pada seseorang . selama ini kita biasanya hanya mendengar harapan palsu untuk meggambarkan perasaan pemuda yang sedang kasmaran. Namun disini kita tau, harapan palsu juga dialami oleh abang tukang bakpao karna ulah kita yang fifty-fifty dalam memesan. Waktu yang dimiliki seseorang itu tidak banyak. Namun terbatas. Begitupula kesabaran yang dimilikinya.  
Intinya, sebelum kita melakukan sesuatu, pikirkan secara matang apakah kita akan melakukannya atau tidak.agar seseorang tidak merasa kecewa atas sikap kita.
sekian inspirasi kali ini. aku tunggu komentar kalian mengenai cerita sore ini. terimakasih :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar